User Online: 6
Total Kunjungan: 160309
Sejak 15 Agustus 2008

AQ87 Nadzar merupakan ibadah kepada Allah maka termasuk perbuatan syirik adalah bernadzar untuk selain Allah
Tanggal Upload : 01 Juni 2009
Kategori : Tauhid
Kitab : Kitab Tauhid
Ukuran File : 5,6 Mb
Penceramah : Al-Ustadz Abdul Mu'thi Al-Maidani

Nama file : 87_Termasuk_syirik_bernadzar_untuk_selain_Allah.mp3 / Download: 727x
Dengan mendownload file ini saya menyatakan setuju atas syarat dan ketentuan
Download File



Deskripsi Singkat:

- Termasuk syirik bernadzar untuk selain Allah.
- Nadzar merupakan ibadah kepada Allah maka termasuk perbuatan syirik adalah bernadzar untuk selain Allah.
- Nadzar secara umum terbagi menjadi dua, nadzar jaiz (boleh) dan nadzar ghairu jaiz (tidak boleh). Nadzar yang diperbolehkan mengandung lima syarat, yang pertama hendaklah nadzar tersebut merupakan ketaatan kepada Allah, yang kedua hendaklah nadzar tersebut dalam batas kemampuan dan ketentuan yang ditetapkan bagi seorang hamba, yang ketiga hendaklah nadzar itu sesuatu yang dimiliki oleh hamba tersebut, yang keempat hendaklah dia tidak bernadzar bagi Allah ditempat yang diibadahi padanya selain Allah, yang kelima hendaklah dia tidak meyakini bahwa nadzar itu punya pengaruh terhadap apa yang dia inginkan.
- Nadzar yang boleh terbagi menjadi dua, ada yang mubah dan ada yang makruh. Nadzar yang mubah adalah nadzar yang tanpa imbalan (misalnya dia mengatakan untuk Allah aku bernadzar untuk haji atau yang lainnya dari amal ketaatan), adapun nadzar yang makruh adalah nadzar yang disertai dengan imbalan (misalnya dia mengatakan kalau seandainya Allah menyembuhkanku maka aku akan berpuasa untuk Allah satu hari pada setiap bulan).
- Nadzar yang tidak diperbolehkan ada tiga bagian, yang pertama adalah nadzar yang haram yang merupakan nadzar maksiat kepada Allah, yang kedua nadzar yang merupakan syirik besar dan ini ada dua gambarannya, yang pertama bahwasanya yang bernadzar mayakini bahwa nadzarnya yang berpengaruh untuk mendapatkan manfaat atau menolak madharrah atau nedzar itu yang dapat memberi darinya atau mencegah darinya, atau dia meyakini bahwa orang yang menerima nadzar punya pengaruh didalam mendapatkan manfaat atau menolak bahaya, maka ini syirik besar, kemudian bentuk yang kedua adalah dia meyakini bahwa pada diri orang yang menerima nadzar punya kekuatan sebagai sebab untuk memberikan syafa’ah atau perantara antara dirinya dengan Allah dan ini juga syirik besar, kemudian yang ketiga adalah nadzar yang berupa syirik yang kecil dan ini punya dua gambaran, bentuk yang pertama bahwa dia meyakini bahwa nadzar tersebut sebagai sebab terhadap apa yang dia inginkan, yang kedua dia bernadzar untuk Allah pada tempat yang disana diibadahi selain Allah.

Wallahua'lam, untuk penjelasan lebih detail silahkan download file audio-nya