Deskripsi Singkat:
- Pada asalnya seorang dukun itu adalah pendusta, dia telah berdusta pada satu kalimat dengan seratus kedustaan.
- Rasulullah telah mengajarkan kepada ummatnya untuk tidak mendatangi dukun, peramal agar mereka tidak membenarkan berita-berita dusta apalagi berita itu berkaitan dengan perkara ghaib karena tidak ada yang mengetahui perkara ghaib kecuali hanya Allah semata.
- Ditetapkannya sifat Al-Kalam bagi Allah, bahwasanya Allah berbicara dengan pembicaraan yang didengar oleh malaikat Jibril dan mendengarnya siapa-siapa yang Allah kehendaki dari kalangan malaikat dan sungguh telah mendengarnya Nabi Musa.
- Bahwasanya Allah berbicara dengan huruf dan suara, Allah berbicara kapan dikehendaki-nya dan dengan apa yang dikehendaki oleh-Nya dan kepada siapa yang dikehendaki oleh-Nya.
- Bahwasanya seorang dukun dibenarkan dengan kalimat yang didengar jin dari langit karena dukun tersebut mengucapkan kalimat tersebut dan dia menambahkan atasnya kedustaan-kedustaan seratus kedustaan maka kita tidak tahu mana kalimat yang benar dari apa yang telah diucapkan oleh seorang dukun. Karena walaupun kalimat yang benar ini diucapkan oleh dukun tetapi kita tidak mengetahui, perkara yang masih samar dan tidak jelas, oleh karena itu tidak bisa membenarkan dukun karena dukun menyertakan satu kalimat yang benar ini dengan seratus kedustaan.
Wallahua'lam, untuk penjelasan lebih detail silahkan download file audio-nya