Deskripsi Singkat:
- Sebab kekafiran Bani Adam serta peninggalan mereka terhadap agama mereka adalah sikap berlebihan kepada orang-orang yang shaleh.
- Rasulullah menyatakan bahwa janganlah berlebih-lebihan kepada beliau sebagaimana nashara berlebih-lebihan kepada Ibnu Maryam yakni Nabi Isa, hanya saja Rasulullah adalah seorang hamba maka hendaklah kita mengucapkan bahwa Rasulullah adalah hamba Allah dan Rasul-Nya.
- Perbuatan ghuluw adalah berlebih-lebihan dalam sesuatu dari batas ukurannya, jadi kalau dinyatakan ghuluw dalam agama artinya berlebih-lebihan dalam agama melebihi batas ukurannya, yakni ukuran yang telah diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
- Bukan yang dimaksud dengan ghuluw dalam agama adalah berpegang teguh dengan agama dan ini adalah pengertian yang salah kaprah dimana banyak dari kalangan ummat Islam ini menganggap orang-orang yang berpegang teguh dengan agama seabagai sikap ghuluw, sebagai sikap ekstrim, sebagai sikap radikal atau dengan sebutan-sebuatan lainnya. Berpegang teguh dengan agama diperintahkan Allah dan Rasul-Nya.
- Sikap ghuluw yang ada pada al-Yahud yang sangat tampak kekafirannya kepada Allah adalah mereka meyakini bahwasanya Uzair adalah anak Allah, sedangkan an-Nashara menyatakan bahwa al-Masih adalah anak Allah bahkan sebagian mereka menyatakan bahwa al-Masih adalah Allah.
- Dan terjadi pada ummat ini orang-orang yang menjadikan para nabi, wali, orang-orang shaleh sebagai tandingan-tandingan bagi Allah, sebagai sesembahan-sesembahan selain Allah.
Untuk penjelasan lebih detail silahkan download file audio-nya